Tentang persahabatan dua orang remaja putri Tina (Christina Santika, 16 th) dan Nadya (Joanna Alexandra, 19 th) yang terjerumus ke profesi kelam yang seharusnya tidak mereka lakukan di usia mereka. Masa remaja bukanlah hal yang mudah bagi mereka. Persahabatan seringkali harus dibayar dengan mahal, bisa jadi dengan sebuah kematian tragis, justru ketika mereka ingin merubah jalan hidupnyaNgelihat thriller nya di tipi, satu kata, "MIRIS BANGET"
Opini pribadi nih ye, nyontek tag nya Pak Marsud, saya berpendapat anda boleh tak sependapat.
Televisi, media paling berpengaruh di negeri ini. Karena apa? Pelosok desa mungkin belum mengenal internet, bioskop, tapi televisi sudah menyebar di sana. Produser dengan alasan (dalih disertai pembenaran) ini merupakan kisah nyata, agar bisa diambil sisi positifnya. Wuickz.... Melek Bung, di sekitar mereka justru lebih nyata. Film motivasi/perjuangan pun belum tentu mengubah mereka menjadi positif, apalagi film dengan (pembelaan) tag "Bukan Film Porno"
Pengawasan yang kurang dari emak bapak, bikin anak kelas 1 SD udah ngerti apa itu pemerkosaan dari berita televisi. Ini ditambahi lagi dengan "karya anak bangsa" yang membawa hedonisme metropolitan. Dengan visualisasi nyata tentang narkoba dan s*ks. Anak negeri ini butuh motivasi Om Chand Parwez (masih se nenek moyang ama si Om Tak Ada Rotan Ram Punjabi). Kalok yang enih penjajahan model neo-bollywood kali yak wekekeke.
Ya, yang dibutuhkan adalah film film yang positif dan motivasi. Meskipun mungkin efek hikmahnya tidak ada setidaknya tidak menambahi "sampah" perfilman (sadis deh kata kataku)
Silahkan sebut diriku kolot (ijo) , diriku hanya membayangkan beberapa tahun lagi, "SUSAHNYA JADI ORANGTUA" . Ada cara lebih bijak dalam mendidik anak dengan bicara dari hati ke hati, bukan dengan mencekoki dengan tayangan yang sangat "menginspirasi" ini.
Selamat Datang di dunia penuh polutan.










Bro izin Ya, Gw mau copas seluruh artikel blog kamu. Nanti gw kasih sumber, untuk modal ngisi blog dummies gw, oks?
Terima kasih sebelumnya.